Bikin Domainmu sendiri di .co.cc (Gratis)

Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

IBU

Ini hanya sekedar kisah yang aku dapat dari blogwalking hari ini. Semoga bisa sedikit membantu,....

* Pada Saat Tuhan Menciptakan Para Ibu

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.
Kini giliran diciptakan para ibu.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut:
"Tuhan, banyak nian
waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"

dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?"

01). Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik.

02). Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.

03). Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya.
 
04). Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.
 

05). Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
 

06). Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
 

07). Enam pasang tangan!! ---

Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam pasang tangan....?"
tsk tsk tsk --- "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik...." balas Tuhan.

08). Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.

"Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran.
Tuhan mengangguk- angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.
"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh."
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah"

"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai"
09). Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10). Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.
11). Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi....

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
"Terlalu lunak", katanya memberi komentar.
"Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat.
"Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita." 


"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.
"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta.
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada kebocoran disini"
"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, air mata...., air mata...."
Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca.........:


" JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI
KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI DUNIA INI
DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI & MENYAYANGI IBUNYA"

Kisah pohon apel dan Anak Laki-laki, Sunday 14 Juni 2009

Hari ini gue mau bercerita tentang sebuah kisah.
Mungkin menurut gue kisah ini adalah kisah yang sangat bermakna sekali buat gue sendiri tentunya, ato mungkin juga akan bermakna bagi temen-temen Q yang sering membaca BLOG gue ini.
Ini mungkin cuma sebuah kisah sederhana yang gue kutip dari suatu tempat.
Gue pengen temen-temen gue juga terinspirasi oleh kisah ini.....
Ok, kalo begitu selamat membaca ya temen-temen...


** KISAH SEORANG ANAK LAKI-LAKI DAN POHON APEL **

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah." Kata pohon apel.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya ”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel
”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.
”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.
“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring dipelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon...

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

** NOTE :
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Kalian mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: CINTAILAH orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Contact Me on Email : Masterwahyou@gmail.com

Add Me on Facebook :
http://www.facebook.com/wahyu.noviansyah

Follow Me on Twitter :
http://twitter.com/Wahyou_lie

Follow Me on Plurk :
http://www.plurk.com/Sepatasin

Add Me on Mig33 : ken_kitamura89

Add Me on Nimbuzz : wahyou_s2s

Add Me on YM : in1714l_w@yahoo.co.id

Reading My Blog :
http://www.sangkhalifah.co.cc
http://4tricks.blogspot.com
http://super2sector.blogspot.com

Add Me in FACEBOOK

Mengenai Saya

Foto saya
Aku hanya seorang anak manusia yang masih harus banyak belajar...

Translate this Blog to :

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


this widget by WahYou